Muncul Isu Jalan di Lahan PTP Kalijeruk Baru Ditutup, Warga Kalipenggung Protes

Warga mendatangi lahan PT Perkebunan Kalijeruk. (fit)
Lumajang, Motim - Puluhan Warga Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung mendatangi lahan PT Perkebunan Kalijeruk Baru yang ada di desa setempat, pada Jumat (2/4/2021).

Mereka melayangkan protes, pasalnya muncul isu jalan akan ditutup oleh pihak PT Perkebunan Kalijeruk Baru.

Misri, salahsatu warga menyampaikan, jalan di lahan PT Perkebunan Kalijeruk Baru sudah lama ada dan berpuluh-puluh tahun dimanfaatkan warga sebagai jalan alternatif.

Warga Desa Kalipenggung yang punya lahan pertanian di wilayah Desa Jamintoro Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember jika hendak ke lahan pertaniannya melalui jalan alternatif ini.

Begitu juga sebaliknya warga Desa Jamintoro yang memiliki lahan pertanian di Desa Kalipenggung juga melewati jalan tersebut.

Namun, baru-baru ini ketika lahan itu berganti penyewa, tiba-tiba muncul isu jika jalan tersebut akan ditutup. Karena lahan yang digunakan untuk jalan itu ikut digarap juga sebagai lahan perkebunan.

Misri menegaskan, jika sampai jalan itu ditutup, tentu sangat merugikan warga yang selama ini memanfaatkan jalan tersebut. Sebab, itu sebagai jalan alternatif ke desa sebelah.

"Jika ditutup maka warga harus berputar, lewat jalan utama dan cukup jauh Mas,"ungkapnya.
Warga berharap, penyewa lahan yang baru tetap mempertahankan jalan yang ada. Namun jika pihak PT Perkebunan Kalijeruk Baru tetap akan menutup jalan itu, warga tetap akan protes dan aksi ke Kantor DPRD Lumajang untuk menyampaikan hal ini.

Dengan harapan para anggota DPRD bisa mendengarkan sekaligus membantu memperjuangkan suara rakyat.

"Iya kita sudah berencana unjuk rasa. Saya hanya minta agar PT Kalijeruk Baru tidak menutup jalan yang ada." ujarnya.

Sementara itu, tak lama berselang, pihak PT Perkebunan Kalijeruk Baru datang menemui warga. Mereka memberikan penjelasan kepada warga yang datang.

Siswanto, yang mengaku staf dari PT Perkebunan Kalijeruk Baru menyampaikan, pihaknya membantah jika akan menutup jalan tersebut. Karena pihaknya juga butuh akses jalan di lahan itu.

"Kita juga butuh jalan ini ketika panen, jadi tidak mungkin kita tutup," ungkapnya.

Malah kata dia, pihaknya menambah akses jalan. "Kita akan menambah jalan di pinggiran. Jalan yang di sana juga akan diperbesar lagi," tegasnya.

Ia menambahkan, lahan di PT Perkebunan Kalijeruk Baru sekitar 1.200 hektare. Lahan itu ditanami berbagai komiditi. Diantaranya karet, kelapa, cokelat, kopi, dan kakao.

Setelah mendapat penjelasan dari Siswanto, warga pun membubarkan diri. Namun warga masih berkeinginan bertemu dengan pimpinan PT Perkebunan Kalijeruk Baru untuk duduk bersama membicarakan persoalan ini. (fit/cho)