Turunkan Alat Detektor, Pencarian Korban Tenggelam Masih Nihil

Turunkan Alat Detektor, Pencarian Korban Tenggelam Masih Nihil
Petugas ketika hendak melakukan penyisiran.(rus)
Lumajang, Motim - Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang dibantu relawan dari Basarnas dan Cobra terus melakukan pencarian bocah SD yang tenggelam di aliran Sungai Bondoyudo.

Petugas gabungan itu terus melakukan penyisiran mulai pukul 08.00 hingga pukul 04.00 WIB, dari titik lokasi hingga ke aliran sungai Blukon Sadeng.

Pencarian di hari ke 2 ini, petugas masih belum menemukan korban.

“Pencarian dari pagi sampai sore ini masih nihil, tanda-tanda keberadaan korban masih belum diketahui,” tutur Kepala Bidang Kedaruratan BPBD, Joko Sambang ketika dihubungi Memo Timur, Jum’at (9/4/21).

Pencarian pada pagi hari, tim dibagi menjadi 2 regu. Regu pertama menyisir dari titik lokasi korban tenggelam hingga Dam Umbul. Regu kedua bertugas melakukan pencarian dari Dam Umbul hingga ke aliran sungai Desa Blukon Sadeng.

Pada pencarian siang hari, tim tetap dibagi 2 regu. Namun regu pertama menyisir dari Dam Umbul menuju titik lokasi awal korban hilang. Sedangkan regu kedua tetap menyisir dari atas sampai Blukon.

Joko Sambang juga menjelaskan, jika hari ke 2 ini pihaknya menyisir Sungai Bondoyudo dengan menggunakan alat detektor, untuk mendeteksi barang-barang mencurigakan di dalam aliran sungai.

Namun hingga sore ini alat detektor ini tidak membuahkan hasil.

“Regu pertama menggunakan 2 perahu karet, 1 perahu untuk melakukan penyisiran. Perahu satunya digunakan untuk membuat gelombang di dalam air, agar benda-benda yang ada di dalam air bisa terangkat dan muncul ke permukaan,” jelas Kabid Kedaruratan BPBD.

Karena arus di dalam sungai sangat deras, sehingga tidak memungkinkan petugas untuk menyelam. Petugas menyelam di titik-titik tertentu saja.

“Di titik yang diduga korban tersangkut, tim akan menyelam dan menurunkan alat detektor untuk memastikan kondisi di dalam air,” pungkas Joko Sambang.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pencarian akan terus dilakukan maksimal selama 7 hari, terhitung sejak kejadian.(rus)