Viral Dugaan Praktik Jual-Beli SKAB Pasir di Sumberrejo Candipuro

Viral Dugaan Praktik Jual-Beli SKAB Pasir di Sumberrejo Candipuro
Screnshoot video viral jual beli SKAB di Lumajang
Lumajang, Motim - Viral di media sosial dugaan jual-beli Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) pasir. Dalam sebuah video yang diunggah oleh salahsatu akun, ada oknum yang diduga menjual SKAB pada sopir pasir yang tak membawa SKAB.

Informasi yang diterima oleh Memo Timur, peristiwa itu terjadi di Jalan Nasional Blok Hutan Jati Dusun Bulak Manggis, Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro.

Sopir sempat mengira itu adalah operasi SKAB, karena di sekitar lokasi ada oknum dari kepolisian. Sopir truk pasir yang tak membawa pasir pun disuruh beli SKAB oleh seseorang. Ia menyebut jika ada pengawas harganya Rp 250 ribu, kalau petugas gabungan Rp 150 ribu.

Okum polisi yang ada di sekitar lokasi saat itu diduga seorang perwira, dilihat dari pangkat di seragamnya. Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, SIK., M.Si. ketika dikonfirmasi adanya oknum polisi yang terlibat dalam dugaan jual-beli SKAB itu, akan segera melakukan tindakan.

“Akan saya periksa perwira itu, dalam hal apa dia di situ. Juga saya akan meminta saksi-saksi,” katanya pada Memo Timur, Kamis (1/4/2021).

Lanjutnya, jika oknum polisi tersebut terbukti melanggar, maka akan ada sanksi yang diberikan. “Bila terbukti melanggar, akan saya sidang disiplin dan dijatuhi sanksi,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Lumajang, Matali Bilogo, ketika dikonfirmasi terkait ini menegaskan, saat pihaknya melakukan operasi truk pasir, jika ada sopir yang tak membawa SKAB tentu dilakukan penindakan. Bukan disuruh beli SKAB.

“Sopir yang tidak membawa SKAB, tidak boleh meneruskan perjalannya, jadi harus ada SKAB. Kalau itu tidak dilakukan dan memaksakan diri, akan diambil tindakan, bisa administrasi, bisa penumpahan (pasir),” ungkapnya.

Selama ini pihaknya, sudah mendapat informasi adanya dugaan jual-beli SKAB. Pihaknya juga kerap melakukan patroli. Termasuk pagi tadi, setelah viral di media sosial adanya jual-beli SKAB.

“Terkait adanya dugaan dari oknum jual-beli SKAB di jalan-jalan, kita lakukan penertiban. Kita patroli bersama Dishub, keliling ke kawasan tambang,” ujarnya.

Jika menemukan adanya jual-beli SKAB, sejauh ini pihaknya hanya memberikan peringatan. “Kalau sementara ini kita ingatkan dulu, tidak diperkenakan malakukan jual-beli SKAB. Yang mengeluarkan SKAB itu masing-masing pemilik izin tambang,” pungkasnya. (fit/cho)